CHICAGO -- Sehari setelah terpilih sebagai orang Afro-Amerika pertama yang menduduki kursi kepresidenan Amerika Serikat, Barack Obama langsung menyiapkan kabinetnya.
Politikus Partai Demokrat itu telah membentuk sebuah tim yang akan menyiapkan transisi kekuasaan dari tangan George Walker Bush kepada dirinya. Bush sendiri telah berjanji untuk bekerja sama erat dengan Obama guna memastikan transisi itu berjalan lancar. “Obama bisa mengandalkan kerja sama penuh dari pemerintah saya,” kata Bush.
Tim transisi dipimpin oleh tiga orang, yakni John Podesta, bekas Kepala Staf Gedung Putih di masa Presiden Bill Clinton; Pete Rouse, kepala staf Obama di Senat; serta Valerie Jarrett, sahabat dan penasihat kampanye Obama.
Mereka akan dibantu 12 anggota, termasuk Gubernur Arizona Janet Napolitano, mantan Menteri Perdagangan William Daley, mantan Menteri Energi Federico F. Pena, dan mantan Direktur Badan Perlindungan Lingkungan Carol Browner.
Tim itu akan mengawasi proses penyusunan kabinet dan menyiapkan langkah politik penting pertama pemerintah Obama. Mereka akan bekerja keras selama 75 hari ke depan untuk menyiapkan pelantikan Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden pada Januari nanti.
Sementara Clinton butuh waktu dua pekan untuk mengumumkan kabinetnya, Obama tak punya kemewahan itu karena pemerintah Amerika sekarang sedang menangani krisis keuangan dan menyalurkan US$ 700 miliar atau Rp 7.700 triliun ke Wall Street. Obama berjanji akan menggelar konferensi pers dalam sepekan ini.
Orang-orang Demokrat mengatakan Obama telah meminta Rahm Emanuel, anggota legislatif Illinois dan bekas orang dekat Clinton, menjadi Kepala Staf Gedung Putih. Emanuel adalah sahabat Obama yang sama-sama dari Chicago.
Emanuel adalah orang dalam Washington yang sering dikritik kaum Republiken karena terlalu partisan. Jika menerima jabatan itu, ia akan bertanggung jawab atas manajemen internal pemerintah Obama.
Emanuel dikabarkan masih menimbang pengaruhnya nanti pada keluarganya dan melepas pengaruhnya di Capitol Hill, tapi banyak orang Demokrat yang berharap dia menerima jabatan itu.
Sejumlah nama calon menteri telah beredar di Washington. Beberapa orang Demokrat yang dekat dengan Obama menyatakan pilihan yang paling mungkin untuk Menteri Keuangan adalah Lawrence H. Summers, yang memegang kursi yang sama di pemerintah Clinton, dan Timothy F. Geithner, Presiden Federal Reserve Bank of New York.
Untuk masalah keamanan, banyak pihak menyebut Menteri Pertahanan Robert M. Gates sebagai lambang persatuan Republiken dan Demokrat. Alternatifnya adalah mantan Wakil Menteri Pertahanan John J. Hamre dan mantan Menteri Angkatan Laut Richard J. Danzig.
Penasihat Obama menyatakan kursi Menteri Luar Negeri ada kemungkinan akan diberikan kepada John F. Kerry, Senator Massachusetts. Dialah yang memberi kesempatan kepada Obama untuk menjadi pembicara utama pada Konvensi Nasional Partai Demokrat pada 2004, yang membantu melambungkan Obama ke tingkat nasional. Calon lainnya adalah Richard G. Lugar, Senator Indiana; atau Chuck Hagel, Senator Nebraska.
Apa pun bentuk kabinet itu, orang juga masih menunggu kebijakan Presiden Obama nanti. Untuk bidang ekonomi, ekonom Citigroup di Singapura, Kit Wei Zheng, menilai Obama punya kemauan yang lebih besar mengambil langkah-langkah agresif untuk menggairahkan fiskal. Hal ini, menurut dia, akan membantu pemulihan ekonomi di Asia.
Dr Alan Chong, profesor pembantu di Departemen Ilmu Politik Universitas Nasional Singapura, mengingatkan bahwa para pemimpin Demokrat punya agenda hak-hak asasi manusia. Hal ini akan berpengaruh ke Asia, karena Obama sering bicara soal pemanfaatan hak asasi sebagai pusat kebijakan luar negeri.
Sabtu, 08 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Isi yg benerr,, klo ngaco g blh jauh2 ok..
jgn lp apus teks ini ok boi..