Sabtu, 08 November 2008

Penjagaan super ketat untuk obama dan keluarga

Maut adalah kuasa Tuhan, namun semua orang tentu ingin meninggal sesuai dengan takdirnya. Bukan lebih cepat lantaran dibunuh atau celaka karena keteledoran sendiri.

Isu inilah yang kini menghangat di Amerika Serikat setelah Barack Hussein Obama terpilih sebagai presiden kulit hitam pertama. Ia mengandaskan pesaingnya dari Partai Republik, John McCain, setelah meraup 359 dari 538 suara delegasi pada pemilihan umum 4 November.

Sebab itu, tidak mengherankan jika pengamanan terhadap Obama lebih ketat ketimbang terhadap calon presiden dan Presiden Amerika sebelumnya. Selama hampir dua tahun masa kampanye, ia mendapat sedikitnya 500 ancaman pembunuhan. Aparat keamanan hanya menyelidiki selusin yang dianggap serius.

Bahkan, bulan lalu, polisi menangkap dua lelaki kulit putih yang berencana membunuh dia. Mereka adalah Daniel Cowart, 20 tahun, dan Paul Svhlesselman, 16 tahun, Keduanya kemarin mulai disidangkan di Pengadilan Negara Bagian Tennessee. Jika terbukti, dia diancam hukuman 5-10 tahun penjara.

Ketatnya pengamanan tampak saat senator Illinois itu menyampaikan pidato kemenangannya di Grant Park, Chicago. Sebuah kaca antipeluru setebal dua inci berukuran tinggi 10 kaki dan panjang 15 kaki diletakkan di depan podium untuk menghindari ancaman dari depan.

Berjam-jam sebelum ia tampil dengan kata kunci "Perubahan Telah Datang ke Amerika", ratusan personel keamanan dan pasukan penjaga presiden bersenjata lengkap sudah siaga di lokasi. Satu kelompok elite yang biasanya berjumlah 12 orang ditambah menjadi 30. Mereka adalah pengawal paling dekat dengan Obama. Zona larangan terbang berlaku di atas Kota Chicago, kecuali bagi helikopter polisi.

Juru bicara pasukan pengamanan presiden, Ed Donovan, mengakui perubahan presiden mengharuskan mereka mengubah perencanaan dan strategi pengamanan. Dia menolak memerinci apakah standar keamanan bagi Obama lebih ketat. "Tentu saja kami membuat penilaian, namun pada saat ini... kami telah merencanakan pelbagai alternatif," katanya kepada AFP.

Kekhawatiran pelbagai pihak akan keselamatan lelaki 47 tahun itu sangatlah wajar. Sekarang terdapat lebih dari 200 juta warga Amerika yang sah memiliki senjata api dengan angka kematian lantaran itu sekitar 30 ribu orang saban tahun.

Ditambah lagi, empat Presiden Amerika sebelumnya tewas dibunuh, yakni Abraham Lincoln (15 April 1865), James A. Garfield (19 September 1881), William McKinley (14 September 1901), dan John F. Kenndey (22 November 1963).

Fred Burton pun mengakui pengamanan terhadap Obama sekeluarga akan sangat sulit. "Akan memerlukan banyak sumber daya dan analisis perlindungan dan taktik yang amat mumpuni untuk menghindari orang-orang jahat," ujar mantan anggota pasukan pengamanan presiden ini.

Sementara itu, Obama meminta semua pihak tidak terlalu khawatir. "Saya telah mendapatkan perlindungan paling baik di dunia," katanya dalam wawancara khusus dengan koran The New York Times. Ia sekeluarga sudah memperoleh pengamanan ketat 24 jam sejak menjadi bakal calon presiden dari Partai Demokrat dan akan terus berlangsung hingga Obama dan istrinya, Michele, wafat.

Manusia boleh saja berusaha, namun Tuhan yang menentukan. "Saya hanya berdoa Tuhan akan menjaga keselamatannya," kata Alnett Wooten, perempuan kulit hitam 86 tahun, yang mencoblos Obama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Isi yg benerr,, klo ngaco g blh jauh2 ok..
jgn lp apus teks ini ok boi..